Setiap gitaris pemula melakukan kesalahan yang sama. Bukan karena tidak berbakat, melainkan karena tidak ada yang memberi tahu. Artikel ini merangkum kesalahan paling umum yang terlihat dari ratusan pemula, lengkap dengan cara memperbaikinya. Kalau kamu merasa progres belajarmu macet, kemungkinan besar salah satu dari daftar ini penyebabnya.
1. Latihan Tanpa Stem Gitar
Kesalahan paling mendasar dan paling merusak: berlatih dengan gitar yang fals. Telinga pemula sedang belajar mengenali bunyi yang benar; kalau gitarnya fals, telinga belajar bunyi yang salah, dan chord yang benar pun terdengar aneh.
Perbaikannya sederhana: stem gitar setiap kali sebelum latihan. Caranya ada di panduan stem gitar situs ini, cukup dengan aplikasi tuner gratis di HP. Jadikan kebiasaan seperti pemanasan sebelum olahraga.
2. Menekan Senar Terlalu Keras
Jari pemula mencengkeram neck seperti takut gitarnya lepas. Akibatnya: jari cepat lelah, perpindahan chord lambat, dan nada malah sedikit fals karena senar tertarik terlalu kencang.
Perbaikannya: tekan senar perlahan sampai bunyinya bersih, lalu tahan. Itulah tekanan yang dibutuhkan, tidak lebih. Latih perpindahan chord dengan tekanan seminimal mungkin, dan rasakan betapa jauh lebih ringan tanganmu bergerak.
3. Ibu Jari Melingkari Neck
Ibu jari yang naik ke atas neck memang terasa nyaman untuk chord-chord mudah, tapi ia membunuh jangkauan jari dan membuat chord balok mustahil dimainkan.
Perbaikannya: biasakan ibu jari menempel di tengah belakang neck, sejajar jari tengah, sejak hari pertama. Memang terasa aneh seminggu dua minggu, tapi ini investasi teknik yang terbayar saat kamu belajar chord yang lebih sulit.
4. Hanya Berlatih Chord, Tidak Berlatih Ritme
Banyak pemula bisa menekan 10 chord dengan bersih tapi tidak bisa memainkan satu lagu pun dengan enak. Penyebabnya: tangan kanan tidak pernah dilatih. Padahal pendengar menilai permainan gitar dari ritmenya, bukan dari bentuk chordnya.
Perbaikannya: alokasikan separuh waktu latihan untuk tangan kanan. Pelajari pola genjreng dasar dan latih dengan metronom. Chord sederhana dengan ritme mantap selalu terdengar lebih bagus daripada chord sulit dengan ritme berantakan.
5. Tempo Naik Sebelum Rapi
Godaan terbesar: ingin langsung bisa main secepat lagu aslinya. Hasilnya: kesalahan yang dilatih berulang-ulang sampai menjadi kebiasaan permanen.
Perbaikannya: aturan 80 persen. Mainkan di tempo yang membuatmu berhasil 80 persen tanpa salah. Kalau masih banyak salah, turunkan tempo. Kecepatan adalah efek samping dari kerapian, bukan sebaliknya.
6. Berhenti Setiap Kali Salah
Saat latihan lagu, tiap ada chord yang gagal, tangan berhenti, mengulang dari awal, gagal lagi di tempat yang sama. Latihan berubah menjadi lingkaran frustrasi.
Perbaikannya: saat berlatih lagu, tangan kanan tidak boleh berhenti apa pun yang terjadi. Chord yang gagal biarkan lewat, kejar ketukan berikutnya. Kesalahan satu ketuk tidak terdengar oleh pendengar; irama yang berhenti terdengar oleh semua orang.
7. Gonta-ganti Lagu Setiap Hari
Hari ini belajar Rungkad, besok pindah ke Sanes, lusa ke lagu lain lagi. Sebulan berlalu, tidak ada satu lagu pun yang benar-benar selesai.
Perbaikannya: pilih satu lagu, selesaikan sampai bisa dimainkan dari awal sampai akhir tanpa berhenti. Satu lagu yang tuntas memberi kepercayaan diri dan fondasi teknik yang bisa dipakai untuk semua lagu berikutnya. Daftar lagu yang cocok untuk target pertama ada di Chord Nemen yang progresinya sederhana.
8. Tidak Merekam Permainan Sendiri
Saat bermain, otak sibuk mengatur jari sehingga tidak bisa menilai objektif. Banyak pemula yakin permainannya sudah rapi, padahal rekamannya bercerita lain.
Perbaikannya: rekam 1 menit permainanmu dengan HP seminggu sekali. Dengarkan dan catat satu hal yang paling ingin diperbaiki. Rekaman adalah guru paling jujur yang tidak pernah memuji basa-basi.
9. Belajar dari Terlalu Banyak Sumber Sekaligus
Sepuluh channel YouTube, lima aplikasi, tiga buku, semuanya memberi saran berbeda. Hasilnya: bingung, tidak ada yang diikuti sampai tuntas.
Perbaikannya: pilih satu alur belajar dan ikuti sampai selesai. Situs ini disusun berurutan: kunci dasar, lalu diagram chord, genjrengan, baru lagu. Ikuti urutannya, variasinya nanti setelah fondasi kuat.
10. Mengukur Progres dengan Orang Lain
“Temanku sebulan sudah bisa, aku tiga bulan masih begini.” Perbandingan ini pembunuh motivasi nomor satu. Setiap tangan berbeda, setiap jadwal latihan berbeda.
Perbaikannya: bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu bulan lalu, bukan dengan orang lain. Simpan rekaman lamamu; saat motivasi turun, dengarkan rekaman dua bulan lalu dan sadari betapa jauh kamu sudah berjalan.
Artikel Terkait
- 8 Kunci Gitar Dasar untuk Pemula (Lengkap dengan Tips)
- Cara Stem Gitar Manual dan dengan Aplikasi Tuner
- Pola Genjreng (Strumming) Dasar: Down-Up yang Rapi
Semua gitaris hebat pernah melakukan sepuluh kesalahan di atas. Bedanya, mereka memperbaikinya satu per satu alih-alih menyerah karenanya.