Kalau kamu sudah membaca artikel chord di GitarKu, kamu pasti sering melihat kotak-kotak kecil berisi titik hitam di samping nama chord. Itu namanya diagram chord, bahasa universal para gitaris untuk menunjukkan posisi jari tanpa perlu penjelasan panjang. Masalahnya, banyak pemula melihat diagram lalu bingung: ini dibaca dari kiri atau kanan? Titiknya berarti apa? Kenapa ada huruf O dan X?
Artikel ini mengupas tuntas cara membaca diagram chord langkah demi langkah, lengkap dengan contoh nyata chord C, G, dan Am. Setelah memahaminya, kamu bisa membaca diagram chord dari buku, situs, atau aplikasi apa pun, dan artikel “8 Kunci Gitar Dasar” di situs ini akan terasa jauh lebih mudah dipraktikkan.
Anatomi Diagram Chord: Kenali Tiap Bagiannya
Bayangkan diagram chord sebagai potongan leher gitar (fretboard) yang dilihat dari depan, seperti saat kamu memegang gitar dan menatapnya. Diagram standar berbentuk kotak dengan 6 garis vertikal dan beberapa garis horizontal.
Garis vertikal = senar. Ada 6 garis vertikal yang mewakili 6 senar gitar. Dari kiri ke kanan: senar 6 (paling tebal, nada E), senar 5 (A), senar 4 (D), senar 3 (G), senar 2 (B), senar 1 (paling tipis, nada E). Ingat, urutannya dari kiri adalah senar tebal ke senar tipis, sama seperti saat kamu melihat gitar dari depan.
Garis horizontal = fret. Garis-garis horizontal mewakili pembatas fret (besi melintang di leher gitar). Ruang di antara dua garis horizontal adalah satu fret tempat jarimu menekan senar. Garis horizontal paling atas yang lebih tebal biasanya menandai nut, yaitu ujung leher gitar sebelum fret 1.
Titik hitam = posisi jari. Setiap titik menunjukkan di senar mana dan di fret ke berapa jarimu harus menekan. Kalau ada titik di garis vertikal ke-5 (senar 2) pada baris pertama, artinya tekan senar 2 di fret 1.
Angka di dalam atau di samping titik = nomor jari. Jari telunjuk = 1, jari tengah = 2, jari manis = 3, jari kelingking = 4. Tidak semua diagram mencantumkan nomor jari, tapi kalau ada, ikuti sarannya karena itu posisi jari yang paling efisien.
Huruf O di atas diagram = senar dibunyikan tanpa ditekan. O artinya open string: petik senar itu dalam keadaan terbuka, tanpa jari menekannya.
Huruf X di atas diagram = senar jangan dibunyikan. X artinya senar itu tidak dipakai dalam chord tersebut. Saat menggenjreng, hindari menyentuh senar bertanda X, atau redam dengan jari agar tidak berbunyi.
Angka di samping diagram = nomor fret awal. Kalau diagram tidak mulai dari fret 1, akan ada angka kecil di sisi kiri atau kanan diagram, misalnya angka 3. Artinya baris teratas diagram itu adalah fret 3, bukan fret 1. Ini umum pada chord balok (barre chord) yang dimainkan di fret tengah.
Cara Membaca Langkah demi Langkah (Contoh: Chord C)
Mari praktik dengan chord C mayor, salah satu chord pertama yang dipelajari pemula. Chord C mayor open: senar 5 fret 3 (jari 3), senar 4 fret 2 (jari 2), senar 3 open, senar 2 fret 1 (jari 1), senar 1 open, dan senar 6 bertanda X (jangan dibunyikan).
Langkah membacanya:
- Baca dari kiri ke kanan, senar 6 ke senar 1. Mulai dari garis vertikal paling kiri. Di chord C, senar 6 bertanda X, jadi lewati senar ini saat menggenjreng.
- Cari titik di tiap senar. Senar 5 ada titik di fret 3, tekan dengan jari manis (3). Senar 4 ada titik di fret 2, tekan dengan jari tengah (2). Senar 3 bertanda O, biarkan terbuka. Senar 2 ada titik di fret 1, tekan dengan jari telunjuk (1). Senar 1 bertanda O, biarkan terbuka.
- Tempatkan semua jari dulu, baru bunyikan. Jangan menekan satu jari lalu langsung memetik. Bentuk seluruh chord dulu, pastikan tiap jari menekan tepat di belakang garis fret (bukan tepat di atas besinya), lalu petik senar 5 sampai 1 satu per satu untuk mengecek tidak ada yang mati.
- Perhatikan nomor jari. Urutan jari 3-2-kosong-1-kosong pada chord C bukan kebetulan. Pola ini membuat perpindahan ke chord G atau Am lebih cepat karena jari-jarimu sudah berada di posisi yang dekat.
Contoh Kedua: Chord G Mayor
Chord G: senar 6 fret 3 (jari 3), senar 5 fret 2 (jari 2), senar 4 open, senar 3 open, senar 2 open, senar 1 fret 3 (jari 4). Semua senar dibunyikan, tidak ada X. Perhatikan dua hal: pertama, jari kelingking (4) dipakai di senar 1, ini latihan yang bagus untuk jari yang biasanya paling lemah. Kedua, tidak ada senar bertanda X, jadi kamu boleh menggenjreng semua senar dengan leluasa.
Bandingkan dengan chord C tadi: perhatikan bagaimana diagram G dan C memakai fret 1 sampai 3 saja, dan keduanya tidak memakai chord balok. Itulah kenapa keduanya termasuk chord pertama yang diajarkan ke pemula.
Variasi Diagram yang Sering Ditemui
Diagram horizontal. Sebagian buku dan situs menampilkan diagram secara mendatar, bukan tegak. Prinsipnya sama, hanya diputar 90 derajat: garis horizontal menjadi senar (senar 6 di bawah, senar 1 di atas) dan garis vertikal menjadi fret (fret 1 di kiri). Kalau kamu terbiasa dengan diagram tegak, butuh penyesuaian sebentar, tapi informasinya identik.
Diagram tanpa nomor jari. Banyak diagram sederhana hanya menampilkan titik tanpa angka jari. Kalau begitu, tentukan sendiri jari yang paling nyaman, atau cari versi diagram yang mencantumkan nomor jari sebagai panduan awal.
Notasi chord balok (barre). Pada chord seperti F mayor, kamu akan melihat garis lengkung tebal melintasi beberapa senar di satu fret, artinya satu jari (biasanya telunjuk) menekan semua senar itu sekaligus. Diagramnya juga sering mencantumkan angka fret awal di samping, misalnya angka 1 untuk F mayor yang dimainkan di fret 1.
Chord dengan tambahan angka (Cadd9, G/B, Asus4). Nama chord boleh terlihat rumit, tapi cara membaca diagramnya tetap sama: titik, O, X, dan nomor jari. Jangan takut pada namanya, ikuti saja diagramnya.
Kesalahan Umum Membaca Diagram
- Terbalik kiri-kanan. Kesalahan paling umum: mengira garis paling kiri adalah senar 1. Ingat selalu: kiri = senar 6 (tebal), kanan = senar 1 (tipis), seperti melihat gitar dari depan.
- Mengabaikan tanda X. Banyak pemula menggenjreng semua senar termasuk yang bertanda X, sehingga chord terdengar fals. Latih tangan kananmu untuk berhenti di senar yang tepat, atau redam senar X dengan jari yang menganggur.
- Menekan tepat di atas besi fret. Titik pada diagram berarti ruang fret, bukan besinya. Tekan senar tepat di belakang (di sisi nut) garis besi fret agar bunyinya bersih tanpa denging.
- Mengabaikan nomor jari lalu macet saat pindah chord. Nomor jari dirancang agar perpindahan antar chord efisien. Memakai jari seenaknya membuat pindah chord jadi lambat dan kaku.
- Lupa mengecek tiap senar berbunyi bersih. Setelah membentuk chord, petik tiap senar satu per satu. Kalau ada yang mati atau berdenging, sesuaikan posisi jari sebelum menghafal bentuk yang salah.
Latihan Kilat: Baca 4 Diagram Ini
Uji pemahamanmu dengan membaca diagram berikut tanpa melihat kunci jawabannya dulu:
- Am: senar 6 X, senar 5 open, senar 4 fret 2 (jari 2), senar 3 fret 2 (jari 3), senar 2 fret 1 (jari 1), senar 1 open.
- Em: semua senar dibunyikan, senar 5 fret 2 (jari 2), senar 4 fret 2 (jari 3), sisanya open.
- D: senar 6 dan 5 X, senar 4 open, senar 3 fret 2 (jari 1), senar 2 fret 3 (jari 3), senar 1 fret 2 (jari 2).
- F (versi sederhana): senar 6 dan 5 X, senar 4 fret 3 (jari 3), senar 3 fret 2 (jari 2), senar 2 fret 1 (jari 1), senar 1 fret 1 (jari 1, telunjuk menekan dua senar sekaligus).
Keempat chord ini adalah bahan utama artikel “8 Kunci Gitar Dasar” di situs ini. Kalau kamu bisa membaca dan membentuk keempatnya dengan bersih, fondasi chord dasarmu sudah sangat kuat.
Chord Terkait
- 8 Kunci Gitar Dasar untuk Pemula (Lengkap dengan Tips)
- Chord Rungkad – Happy Asmara (Kunci Gitar Mudah)
- Chord Sanes – Guyon Waton x Denny Caknan (Kunci Gitar Mudah)
Setelah lancar membaca diagram, langkah berikutnya adalah melatih perpindahan antar chord tanpa putus. Diagram yang kamu baca hari ini akan muncul di setiap artikel chord di GitarKu, jadi kemampuan ini akan terus terpakai.