Tutorial Gitar

Ritme Koplo / Dangdut di Gitar: Pola Dasarnya

Transpose: 0

Ketuk chord untuk melihat diagram jarinya.

Mainkan lagu Rungkad dengan genjrengan pop biasa, dan rasanya ada yang kurang: lagunya seperti kehilangan goyangannya. Itu karena dangdut koplo punya denyut ritme sendiri yang tidak bisa digantikan pola strumming pop. Kabar baiknya, denyut itu bisa ditiru dengan gitar akustik, dan polanya lebih sederhana dari yang dibayangkan.

Artikel ini membahas cara memainkan ritme koplo dan dangdut di gitar: pola dasarnya, teknik muted yang memberi bunyi kendang, dan cara menerapkannya ke lagu-lagu di situs ini.

Memahami Denyut Dangdut: Dang dan Dut

Nama “dangdut” konon berasal dari bunyi kendangnya: dang (bunyi rendah dari kendang besar) dan dut (bunyi tinggi dari kendang kecil). Pola dasarnya dalam satu bar:

DANG – dut – DANG – dut (ketuk 1 dan 3 rendah dan tegas, ketuk 2 dan 4 ringan)

Tugas gitar adalah meniru peran ini: genjrengan ke bawah yang penuh pada ketukan “dang”, dan genjrengan yang lebih ringan atau teredam pada ketukan “dut”. Begitu telingamu menangkap denyut ini, semua lagu koplo akan terasa punya pola yang sama di balik variasinya.

Pola Dasar 1: Koplo Pelan (Untuk Lagu Mellow)

Untuk lagu koplo yang sedih dan pelan seperti Cidro atau Sewu Kutho, pakai pola ini per bar 4 ketuk:

Bawah (penuh) – bawah (redam) – Bawah (penuh) – bawah-atas (redam)

Genjrengan “redam” (muted) dilakukan dengan menempelkan sisi telapak tangan kanan di dekat bridge tepat setelah memetik, sehingga bunyinya pendek dan perkusif seperti kendang kecil. Latihan: mainkan pola ini pada satu chord Am sampai tangan kanan hafal gerakannya tanpa berpikir.

Pola Dasar 2: Koplo Riang (Untuk Lagu Goyang)

Untuk lagu yang menghentak seperti Rungkad atau Kisinan 2, tambah ketukan senkopasinya:

Bawah (penuh) – bawah-atas (redam) – Bawah (penuh) – bawah – atas-bawah (redam)

Rahasianya ada di aksen: ketuk 1 dan 3 selalu paling tegas, sisanya mengisi. Kesalahan umum pemula adalah menggenjreng semua ketukan sama keras, hasilnya terdengar seperti lagu pop yang dipaksa goyang. Koplo yang enak justru lahir dari kontras antara ketukan tegas dan ketukan ringan.

Teknik Pendukung: Bass Berjalan

Pemain koplo akustik biasanya menyelipkan nada bass antar chord untuk meniru bunyi gendang dan suling yang bersahutan. Caranya: sebelum pindah chord, petik satu nada bass dari senar 5 atau 6 yang mengarah ke chord berikutnya.

Contoh: dari C ke G, sebelum ketuk pindah, petik senar 6 fret 3 (nada G) sebagai jembatan. Dari G ke Am, selipkan senar 5 fret 3 (nada C) atau senar 6 fret 5 (nada A). Selipan kecil ini membuat perpindahan chord terdengar mengalir seperti lagu aslinya, bukan patah per chord.

Menerapkan ke Lagu: Contoh Rungkad

Ambil progresi verse Rungkad dan terapkan pola koplo riang:

  1. Mainkan dulu progresinya dengan genjrengan polos sampai perpindahan chord lancar.
  2. Ganti genjrengannya dengan pola dasar 2, perlahan. Jangan kejar tempo asli dulu.
  3. Setelah pola stabil, naikkan tempo bertahap sampai mendekati tempo lagu.
  4. Terakhir, selipkan bass berjalan di tiap perpindahan chord.

Rekam hasilnya dan bandingkan dengan versi genjrengan polos: lagu yang sama akan terdengar seperti dua lagu berbeda. Itulah kekuatan ritme yang tepat.

Kesalahan Umum

  • Semua ketukan sama keras. Koplo hidup dari aksen. Latih dengan menghitung “SATU-dua-TIGA-empat” sampai aksennya otomatis.
  • Muted terlalu awal atau terlambat. Peredaman harus tepat setelah senar berbunyi, bukan sebelum. Kalau terlalu awal, bunyinya mati total; kalau terlambat, bunyinya tidak perkusif.
  • Langsung ke tempo asli. Pola koplo di tempo cepat menuntut koordinasi tinggi. Kuasai di 70 BPM dulu, baru naik.
  • Mengabaikan bass chord. Genjrengan koplo yang bagus selalu diawali petikan bass yang jelas di ketuk 1. Tanpa itu, denyut “dang”-nya hilang.

Artikel Terkait

Gitar tidak bisa meniru kendang, gong, dan suling sekaligus, tapi ia bisa meniru denyutnya. Kuasai denyut dang-dut itu, dan setiap lagu koplo akan terasa seperti pulang ke rumah.